Sabtu, 13 Agustus 2016

Artikel Penyakit Organ Pernapasan


PENYAKIT JANTUNG KORONER

Penyakit jantung koroner, arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah kejantung.
Masalah ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung ataustroke. Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian. Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

 Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh nadi koroner ini disebut penyakit jantung koroner. Penyempitan dan penyumbatan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri. Dalam kondisi lebih parah kemampuan jantung memompanya darah dapat hilang. Hal ini akan merusak system golongan irama jantung dan berakibat dengan kematian (Krisatuti dan Yenrina, 1999).
Salah satu penyakit jantung koroner adalah kebiasaan makanmakanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredarah darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan metabolisme menjadi kolesterol pembentuk asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan (artherosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteri koronoria).
Kondisi ini menyebabkan kelenturan pembuluh nadi menjadi berkurang, serangan jantung koroner akan lebih mudah terjadi ketika pembuluh nadi mengalami penyumbatan ketika itu pula darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti (Sulistiani, W, 2005).
Penyakit  jantung  coroner (PJK)  ternyata  bukan ditimbulkan oleh  satu penyebab saja. Hasil  penyelidikan medis  mengungkapkan  bahwa  ada  serangkaian  keadaan  yang memungkinkan  Anda terkena  PJK,  dan inilah  yang dinamakan factor  risiko.

Faktor  risiko.
Faktor  risiko   untuk  penyakit  jantung   dapat  dibagi dalam dua  bagian, yang kami sebut  “dapat  diubah”  dan “yang tak  dapat  diubah”. Kemungkinan   terkena PJK  akan  semakin  besar  jika  faktor  risikonya  lebih banyak.
Tidak  semua  faktor  risiko  sama  beratnya. Beberapa   faktor,  seperti merokok,  bisa  memiliki  efek  yang  lebih  besar   untuk  menimbulkan  PJK. Jadi,  misalnya,  seorang  perokok   dengan  tingkat  kolesterol  tinggi dan  tekanan  darah  tinggi  mempunyai   risiko  lebih  tinggi  daripada  orang  yang  tidak  mempunyai   faktor – faktor  tersebut.
Jadi ,  tingkat  kolestrol  yang tinggi   pada  seseorang  tanpa   faktor   risiko  lain  berarti  bahwa  risiko itu akan   meningkat  hanya  sedikit  di  atas  rata-rata. Hal  ini  mungkin  tak  perlu  terlalu  dikhawatirkan,  dokter  Anda  bisa  memberi  nasehat  yang  diperlukan.
1.      Usia  dan Gender
 Penyakit   jantung,  sebagaimana penyakit  lain,  semakin  meningkat  seiring  pertambahan  usia. Di  Inggris,  misalnya, separuh  dari  jumlah  serangan  jantung  terjadi  pada  mereka   yang  berusia  di atas  65  tahun,  dan  jumlahnya  bertambah  sesuai  rata – rata  pertambahan usia.
Hal  yang  mencolok  pada  PJK   adalah  dibawah usia  55 tahun, jumlah  pria  yang terkena  PJK  lebih  banyak  daripada  wanita. Penyebabnya,  sebelum  menopause  (berhenti  haid pada wanita),  sangat  jarang  wanita  yang  terkena  serangan  jantung.  Setelah  menopause,  jumlah  wanita  yang terkena  PJK meningkat, dan diatas  75 tahun , jumlah  wanita  dan pria  yang  terkena  penyakit  ini kira – kira  sebanding.
Penyebab  yang  tepat   wanita  jarang  terkena  PJK  sebelum  menopause  belum diketahui  secara  pasti,  namun  tampaknya  berhubungan   dengan  hormon  yang  tidak  produksi  lagi  setelah  haid  berhenti.  Terapi  pengganti  hormon  (TPH) yang banyak  dilakukan   kaum  wanita  ternyata  dapat  mencegah  terjadinya   serangan jantung. Karena  itu,  beberapa  dokter   merekomendasikan  TPH  ini.
Faktor – Faktor  yang menambah risiko terkena PJK
Dapat  Diubah
Tidak  Dapat Diubah
a.       Merokok
b.      Kolesterol tinggi
c.       Tekanan darah tinggi
d.      Diabetes
e.       Kegemukan
f.       Stress
g.      Kurang  berolahraga
a.       Faktor  genetika,  misalnya tingkat  kolesterol tinggi karena  keturunan.
b.      Masalah  gender: lebih banyak  pria  terkena PJK daripada wanita
c.       Usia


2.      Riwayat  Keluarga
 Dokter   biasanya   akan  menanyakan   tentang  riwayat   keluarga   Anda  jika ada anggota  keluarga  dekat(orang tua, kakak, adik, atau anak)  terkena PJK.  Jika  ayah  Anda  kena  serangan jantung  sebelum usia 60 tahun  atau  ibu  terkena  sebelum  65 tahun,  Anda  berisiko  tinggi  terkena  PJK. Namun,  jika  orang  tua Anda  hidup  sampai   usia  ketika   serangan  jantung  biasanya  terjadi, hal  ini tidak  mengkhawtirkan. Hal  sama  juga berlaku   untuk  kakak dan adik. Walaupun  dalam  suatu  keluarga  besar, ternyata   ada salah   seorang  terkena  serangan  jantung, mungkin  hanya  suatu  kebetulan saja.
Bagaimana  PJk  bisa  menurun  dalam keluarga ?  Sebagian  jawabnya  bergantung  pada  gen  yang  diwarisi  dari  orang tua  yang  membuat  kita  mudah  terkena  kolestrol  tinggi,  tekanan  darah tinggi  atau  diabetes. Selain  itu  kesamaan  gaya  hidup  keluarga  juga  menentukan,  misalnya  makan  makanan yang sama  dank  jika  orang tua  merokok,  anak  biasanya  juga  merokok.
Jika  keluarga  Anda  cenderung  terkena  penyakit   jantung,  sebaiknya  lakukan  pemeriksaan  ke dokter  untuk  memastikan   bahwa  Anda   tidak  mengidap   kolestrol  tinggi,  tekanan  darah tinggi, atau  gangguan kesehatan   lain  yang  harus  segera diobati  untuk  menghindari  risiko  tinggi.
3.      Makanan  dan  Kolesterol
Seperti   dikatakan  sebelumnya, atheroma  adalah  penyebab utama  penyakit   jantung  koroner.  Timbunan  lemak,   khususnya  akibat  kolesterol  yang disebut  plak, terbentuk  pada  dinding  pembuluh  nadi. Inilah  yang  membuatnya  makin  sempit   sehingga  menghambat  aliran darah. Jika  plak itu  pecah , terbentuklah  gumpalan darah   pada daerah   yang terkena  dan menghambat  darah  ke bagian otot  jantung. Inilah   yang  menyebabkan  serangan   jantung. Proses  ini umumnya  terjadi  (dan  menimbulkan  kerusakan  lebih  parah)  pada seseorang  dengan  tingkat  kolesterol  tinggi  dalam darahnya.
Faktor  genetik  juga  berpengaruh  pada  tingkat  kolesterol  Anda. Beberapa   keluarga  mempunyai   gen  dengan  tingkat  lemak  tinggi dalam  darah. Keadaan   ini  disebut  hyperlipidemia keluarga,  atau  disingkat  HK. Namun,  makanan juga  berperan  besar   dalam  menentukan tingkat   kolesterol. Semakin   banyak  lemak  terutama   lemak  hewan   dan hasil susu  yang  anda makan, semakin  tinggi kolesterol Anda, dan semakin  tinggi pula  risiko terkena  PJK (lihat  diagram  dihalman  sebelah ). Karena   itu,  kurangilah  konsumsi  lemak  hewan  dalam makanan  Anda  (lebih  jauh , lht hlm. 84-86).
Studi  Framingham
Salah  satu  riset  yang mengaitkan  tingginya  kolesterol dengan  PJK dilakukan  setelah  Perang  Dunia  II di Framingham, sebuah  kota  kecil  dekat  Boston,  AS. Semua   penduduk  diperiksa  setiap  tahun  sekali  untuk  melihat  apakah  mereka  terkena  PJK. Ternyata  ada  kaitan  yang  erat  dengan  kolesterol   tinggi:  semakin  tinggi  kolesterol darah,  semakin  tinggi  risiko terkena  serangan jantung. Studi   Framingham  ini  juga  memperlihatkan  kepentingan  faktor-faktor  risiko  lain,  seperti  merokok,  tekanan  darah  tinggi , dan  diabetes. Berbagai  faktor   risiko  itu  telah  dapat  dipastikan  setelah   pengamatan  selama  hampir  40 tahun, sejak  studi  itu dimulai.  Hingga  kini  studi   itu  masih berlangsung.
4.      Merokok
Merokok  sigaret  berkaitan  erat  dengan  risiko PJK.  Zat-zat  kimia  dalam  asap  sigaret  terserap  ke dalam  aliran  darah  dari  paru-paru   lalu  beredar  ke seluruh tubuh , dan  memengaruhi  setiap  sel tubuh.  Zat-zat  kimia  ini sering  membuat  pembuluh  darah  menyempit  dan  membuat  sel-sel  darah  yang di sebut  platelet  menjadi  lebih   lengket,  sehingga  mudah   membentuk  gumpalan.
Risiko  para  perokok  pipa dan  cerutu  tidak  setinggi  perokok  sigaret, namun  masih  berisiko  terkena PJK  disbanding  yang  tidak  merokok. Jumlah  rokok  yang diisap  juga  berpengaruh ;  risikonya  meningkat  sesuai  tingkat konsumsi,  yaitu  ringan (kurang dari 10 batang sehari)  sedang (10-20 batang sehari), dan  perokok berat  (lebih dari 20 batang sehari).
Alasan  dokter  sangat  menyarankan  untuk  berhenti  merokok karena   inilah faktor  risiko  yang dapat anda control  sendiri. Lagipula  , Anda akan mulai  merasakan  manfaatnya  saat berhenti. Meskipun   risiko  terkena  PJK  tidak serendah  orang bukan  perokok,  hasilnya  akan  mendekati  sekitar  setahun kemudian.
5.      Stres
Banyak  orang  yang pernah  mendapat serangan  jantung  menyatakan  bahwa  stress adalah  penyebabnya, namun secara  ilmiah  hal ini sebnenarnya  sulit dibuktikan.  Ada  beberapa  faktor  pemicu lain, seperti  olahraga  secara  tiba-tiba  dan emosi  yang meluap – luap , dapat mengakibatkan  serangan  jantung  meskipun  hal ini jarang terjadi. Percaya  atau  tidak,  selama  masa  Perang  Dunia  II  yang banyak  menimbulkan  stress  pada  warga  sipil  dan militer,  jumlah  warfa sipil,  yang terkena  serangan jantung  malah menurun.
Jenis  kepribadian  tertentu  diduga berisiko  lebih  tinggi  terhadap  serangan  jantung. Teknologi  modern  memungkinkan  orang  melakukan sesuatu  dalam  beberapa  jam  dibandingkan   masa primitive  yang  mungkin  memerlukan  waktu  berhari – hari.  Stres  karena  ingin sesuatu  diluar  kemampuan,  ingin mencapai  sesuatu yang tidak   realistis,  digolongkan  dalam  kepribadian  tipe A. Orang  yang gelisah  (biasanya  pria),  yang sulit  untuk rileks,  akan  semakin  terikat pada  pekerjaan  yang mengandalkan  hubungan  pribadi,  dan akhirnya  cenderung   menghabiskan  tenaga.  Mereka  ini mempunyai  risiko  dua kali lipat terkena  PJK dibanding   dengan  orang  yang  berkepribadian  tipe B yang dapat  menahan diri.

PENYAKIT  YANG TERKAIT  DENGAN  PJK
Dua  jenis  penyakit  umum  diyakini dapat  menimbulkan  risiko paling tinggi untuk  PJK adalah  tekanan darah tinggi (TDT) dan  diabetes.
a.       Tekanan  darah tinggi 
Istilah  tekanan darah  berarti  tekanan  dalam  pembuluh  nadi  dari jantung  yang  mengalirkan darah keseluruh  bagian  tubuh. Tekanan  darah  tinggi  menyebabkan  tekanan pada  jantung  dan sirkulasi, dan hal ini dapat  menimbulkan  stroke. Namun,  seringkali  tekanan darah  tinggi menimbulkan  serangan  jantung  pada  orang yang tingkat  kolesterolnya  tinggi  disbanding  stroke. Pengobatan   tekanan  darah tinggi bisa  mengurangi  risiko  serangan  jantung  dan  stroke.
Tekanan  darah  biasanya  diukur dibagian  atas  lengan. Pada  setiap  detak  jantung,  tekanan sistolik pada  alat pengukur  akan  naik ,  lalu jatuh ketitik rendah  di antara  detak  jantung (tekanan diastolik). Tekanan  ini diukur  dalam  millimeter  pada air  raksa (mmHg). Tekanan  darah normal orang  sehat  saat istrahat  adalah 120/70. Tekanan  140/90 adalah ambang batas, sedangkan  tekanan  150/100 saat istrahat  jelas tinggi.
Tekanan  darah  tinggi  (hipertensi )  ditemukan pada  hampir  semua  bangsa  didunia,  khususnya  bangsa  Afro-Karibia  dan  warga  Amerika  berkulit  hitam. Di Inggris,  hampir  25 persen  penduduk berusia  diatas  50 tahun  mengidap tekanan darah tinggi.
Penyebab  tekanan  darah tinggi  pada kebanyakan   orang  tidak  ketahui. Penyakit  ini terdapat pada  kebanyakan  anggota  keluarga  dan penderita  penyakit  ginjal. Celakanya, tekanan darah  tinggi sering  tidak  menunjukan gejala. Karena  itulah,  sebaiknya  Anda melakukan pemeriksaan  rutin agar  segera mengetahui  terkena bila  tekanan darah  tinggi.
Tekanan tinggi  didalam  pembuluh  nadi akan  merusak  dindingya  dan  merangsang  timbulnya  atheroma. Jantung  juga  harus bekerja  lebih  keras  untuk  memompa  darah  yang  bertekanan tinggi  tanpa  suplei  oksigen  yang  mencukupi.  Hal  ini meningkatkan  kemungkinan  orang  terkena  angina  atau serangan  jantung. Tekanan  darah  tinggi juga  meningkatkan  risiko terjadinya  stroke  akibat  kerusakan  yang ditimbulkannya  pada  pembuluh  darah  di otak.

b.      Diabetes 
Ini adalah  suatu  kondisi  umum   yang  menimpa  sekitar tiga  dari  seratus  orang di Inggris. Penyebanya  adalah   kekurangan  atau  resistensi  terhadap  hormone insulin  yang mengontrol  penyebaran  glukosa ke sel – sel  di seluruh  tubuh  melalui  aliran  darah.
Diabetes  bisa  menimpa  setiap  kelompok  usia,  termasuk anak –anak. Semakin  muda usia  penderita , semakin besar  kemungkinannya  ia butuh  suntikan insulin  untuk  mengontrolnya.  Banyak  juga  yang baru  mendapatkannya  pada  usia  pertengehan atau  usia  lanjut,  dan jika  hal ini terjadi,  ada beberapa  gejala  yang dapat   dikontrol dengan  diet  atau  tablet. Tujuan pengobatannya  adalah  mengontrol  tingkat  glukosa  dalam darah  hingga mendekati  tingkat yang normal. Namun  demikian ,  meskipun  diobati,  diabetes  dapat  meningkatkan  risiko gangguan dalam  peredaran darah,  termasuk PJK. Bagi  wanita,  hal  ini sangat  penting  karena  penyakit  ini  dapat  melawan  daya  perlindungan dari  hormon – hormon  wanita,  dan  hampir  sama  banyaknya  wanita  dengan pria  penderita  diabetes  mengalami  PJK.
Kontrol   yang  baik  terhadap  diabetes dengan  diet,  tablet, atau  insulin  dapat  mengurangi  timbulnya  masalah  pada  aliran  darah  dan jantung. Sebaliknya , jika tidak  terkontrol,  diabetes  bisa  meningkatkan  kadar  lemak dalam darah,  termasuk  kolestrol  tinggi, dan  seseorang   penderita  diabetes  mungkin  perlu  minum obat  tambahan  untuk  mengontrolnya.


D.    Gejala Penyakit Jantung Koroner
Meski kebanyakan penderita PJK mempunyai masalah pokok yang sama, yaitu penyempitan arteri koronia, namun gejala yang timbul tidak sama. Beberapa menderita angina, ada pula yang terkana serangan jantung. Sebagian kecil mengalami kegagalan jantung tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Semua akibat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
1.      Nyeri Dada
Tidak semua nyeri dada disebabkan oleh nyeri dada . banyak orang mengira mudah untuk mengenali nyeri dada akibat nyeri jantung daripada penyakit lainnya, tetapi sesungguhnya hal ini sulit, bahkan bagi dokter berpengalaman sekalipun.
a.       Angina
Angina pectoris adalah bahasa latin untuk rasa nyeri di dada, stelah melakukan kegiatan fisik, dan hilang ketika anda beristirahat. Pda PJK, nyeri itu timbul dari urat otot di jantung karena tidak  mendapat oksigen cukup untuk melaksanakan tugasnya. Angina biasanya berlangsung selama 2-3 menit tidak ebih dari 10 menit. Ini terjadi bila anda  berjalan mendaki, melawan angin kuat, atau bila anda naik tangga. Namun, ini bias juga terjadi setelah melakukan aktifitas ringan, seperti berpakaian. Biasanya keadaan lebih parah bila cuaca  dingin dan bila kegiatan itu dilakukan setelah makan, misalnya berjalan-jalan setelah makan.
b.      Angina tak pasti
Sebenarnya angina dapat diduga sebelumnya, namun bila arteri koronia terus menyempit atau timbul bekuan darah pada permukaannya, angina dapat berkembang menjadi angina tak pasti. Anda baru menyadari saat anda hanya mampu berjalan dalam jarak pendek, atau anda merasa nyeri saat anda melakukan pekerjaan ringan diseputar rumah, atau saat naik tangga. Mungkin juga anda terbangun dari tidur oleh serangan angina. Perubahan rasa nyeri perlu dilaporkan kepada dokter agar dapat melakukan tindakan pencegahan karena bias berkembang menjadi serangan jantung.
c.       Serangan jantung
rasa nyerinya sama dengan angina, namun tak hilang bila anda beristirahat, malah tambah parah. Mereka yang pernah mengalaminya mengatakn bahwa inilah rasa sakit paling buruk yang pernah mereka rasakan. Orang yang terkena serangan jantung Nampak pucat, berkeringat, dan tubuhnya terasa dingin. Mereka sering merasa sakit dan mungkin muntah. Sebagian malah tidak pernah mengalami gejala penyakit jantung sbelumnya karena terjadi secara tiba-tiba. Namun, banyak penderita merasakan nyeri yang sebentar-sebentar selama beberapa minggu atau beberapa bulan akibat penyempitan pembuluh darah.
Perbedaan antara angina  da serangan jantung adalah, jika angina timbul akibat otot jantung kekurangan oksigen namun tidak menimbulkan kerusakan, pada serangan jantung sebagian otot jantung menjadi mati akibat kekurangan oksigen.
Pada kira-kira 20 persen penderita, gejala serangan jantung cukup ringan dan dianggap  sebagai gangguan pencernaan. Hal ini sering terjadi pada orang tua dan para penderita diabetes, mungkin karena saraf sakit ke jantung tidak begitu peka lagi pada kedua golongan ini.
Penyebab Lain Nyeri Dada
Kita semua pernah merasakan nyeri dada, seperti rasa nyeri dibagian tubuh lain. Kemungkinan penyebabnya adalah :
a.       Rasa panas dalam perut
Kerongkongan (osefagus) yaitu saluran dari mulut ke perut, letaknya persis dibelakang jantung dan punya saluran saraf yang sama. Jadi, sakit dikerongkongan mungkin terasa seperti sakit dibagian jantung. Rasa panas diperut ini bias terjadi setiap saat dan biasanya disebabkan oleh makanan, dimulai sekitar setengah jam setaah makan, atau jika perut kosong. Panas diperut ini juga bias timbul malam hari saat berbaring mendatar karena cairan asam dari perut mengalir kembali ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi. Makan lebih baanyak makanan atau minum susu atau antacid bias mengurangi gejalanya, sedangkan minum panas serta alcohol bias memperburuk keadaan.
Rasa sakit di perut ini bukan disebabkan oleh latihan fisik. Bila anda merasa nyeri dada saat berjalan. Bahkan jika anda sampai bersendawa tampaknya gejala ini kemungkinan besar berasal dari jantung daripada dari perut . periksakan ke dokter.
2.      Pleuritis
Infeksi di dada seperti pneumonia (radang paru-paru) biasa menimbulkan nyeri hebat di dada, yang dinamakan pleuritis (radang selaput dada). Rasa nyeri yang tajam disatu sisi dada akan semakin parah bila anda batuk atau bernmafas dalam-dalam. Ini berbeda dari rasa sakit yang kurang tajam dan terus menerus dari jantung yang menyebar tepat kedada.
3.      Sakit Otot
Sepanjang punggung dan diantara tulaang rusuk terdapat otot-otot yang berperan penting dalam pernapasan. Seperti otot lainnya, otot-otot ini bias terserang rematik. Sakitnya biasanya terbatas di daerah dada tertentu, baik dibagian depan atau belakang. Rasa sakit semakin terasa saat duduk, atau berbaring dalam posisi tertentu jika membalik. Sakit akibat rematik ini bias berlangusung beberapa jam sampai beberapa hari dan mungkin hilang sbelum akan kambuh beberapa minggu kemudian.         
4.      Debaran Jantung
Palpitasi, debaran jantung keras dan cepat yang teratur ataupun yang tidak teratur bisa terjadi pada orang sehat. Penyebabnya adalah, stress, merokok, atau terlalu banyak minum kopi atau teh. Ada juga orang yang mempunyai “sirkuit pendek” elektris pada jantungnya sehingga membuat jantung berdebar sangat cepat, namun ini jarang terjadi.
Orang deengan PJK  juga bisa mendapat masalah dengan debaran jantung, namun biasanya ini terjadi setelah ada seraangan jantung. Dokter akan memberikan obat untuk mencoba mengontrolnya. Jila palpirasi menyebabkan anda pingsan, sesak napas atau nyeri dada, konsultasikan segera ke dokter.
5.      Sesak Napas
Banyak penyebab sesak napas, dan yang paling umum diantaranya adalah brinkitis kronis, emfisema (melebarnya gelembung paru) dan asma. Gagal jantung juga menyebabkan sesak napas dan bisa menyerang orang pernah terkena serangan jantung. Jika jantung tidak memompa dengan baik, cairan akan tertimbun dalam jaringan tubuh dan paru-paru, sehingga mengakibatkan sesak nafas. Anda akan sulit jika berbaring ditempat tidur atau terbangun waktu malam karena sesak napas. Anda juga bisa terserang batuk  dengan dahak mengandung sedkit busa atau darah.
Jika cairan tertimbun di bagian tubuh, pergelangan kaki membengkak atau perut terasa sakit karena hati dan usus membengkak. Jika telah jelas bahwa jantung anda tidak beres, napas yang semakin sesak, atau abtuk yang tak kunjung hilang sangat berbahaya. Kini telah ada obat-obatan ampuh untuk mengatasi gagal jantung, dan semakin cepat anda di obati akan semakin baik

Semakin banyak faktor risiko yang kita miliki, berarti semakin besar pula kemungkinan kita menderita penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai satu atau lebih dari faktor risiko di atas, segeralah lakukan tindakan  menyelamatkan jantung Anda.
Berikut hal-hal untuk mencegah penyakit jantung koroner:
1. Stop Merokok
2. Kontrol Tekanan Darah
3. Kontrol Kadar Kolesterol Darah
4. Aktifitas Fisik
5. Kontrol Berat Badan
6. Pola Makan yang baik
7. Menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan aktif berolahraga


Selasa, 10 Mei 2016

PROSES PERNAPASAN MANUSIA

          Proses pernapasa merupakan pengambilan oksogen yang diperlukan untuk proses oksidasi biologi yang menghasilkan nergi serta mngeluarkan zat sisa yang berupa karbondioksida dan air.
1.     Alat pernapasan manusia, terdiri dari
a.    Hidung
Hidung adalah saluran pernapasan yang langsung terhubung dengan udara luar. Hidung tersusun dari tulang rawan dan memiliki 2 buah rongga dengan satu buah sekat. Udara masuk ke dalam hidung disaring oleh rambut-rambut halus dan selaput lendir(mukosa). Selain itu udara juga disesuaikan dengan suhu tubuh manusia oleh selaput lendir, dan diatur kelembaban udaraya. Lendir ini juga mengandung leukosit sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama udara pernapasan.
b.    Faring (tekak)
Faring adalah persimpangan antara 2 saluran, yaitu saluran udara dan saluran makanan.
c.    Pangkal tenggorokan (laring)
Laring tersusun dari katup epiglotis dan tulang rawan yang membentuk jakun. Katup ini selalu terbukan dan tertutup apabila ada makanan masuk kerongkongan.
d.    Batang tenggorokan (trakea)
Permukaan dalam rongga batang tenggorok dilapisi selaput lendir yang berambut getar. Rambut getar tersebut berfungsi menahan dan mengeluarkan kotoran yang masuk saluran pernapasan. Batang tenggorok bercabang 2 yang masing-masing menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Cabang tenggorokan disebut bronkus.
e.    Cabang tenggorokan(bronkus)
Bronkus memiliki panjang kurang lebih 11-13 mm. Bronkus kemudian bercabang lagi sebanyak 20-25 perabangan yang disebut bronkiolus. Pada ujung bronkiolus inilah terdapat alveolus yang beebentuk seperti buah anggur. Alveolus adalah gelembung-gelembung halus yang elastis sebagai tempat pertukaran udara secara difusi.
f.    Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru diselimuti oleh slaput paru-paru(pleura). Paru-paru kanan terdiri dari 3 gelambir(lobus) dan paru-paru kiri 2 gelambir
Saat bernapas ada 2 peristiwa, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah pross pengambilan oksigen dari udara luar masuk ke dalam tubuh. Ekspirasi adalah proses
pengeluaran karbondioksida dari dalam tubuh melalui saluran pernapasan.
          Mekanisme pernapasan dapat terjadi melalui 2 cara;
1)    Pernapasan perut
Inspirasi
Otot diafragma berkontraks—diafragma mendatar—volume rongga dada membesar—tekanan udara rongga dada mengecil—udara masuk ke paru-pau
Ekspirasi
Otot diafragma berelaksasi—difragma melengkung—volume rongga dada mengecil—tekanan udara rongga dada lebih besar—udara keluar dari paru-paru
2)   Pernapasan dada
Inspirasi
          Otot antartulang rusuk berkontraksi—tulang rusuk naik—volume rongga dada membesar—tekanan udara rongga dada mengecil—udara masuk ke paru-paru
Ekspirasi

          Otot antartulang rusuk berelaksasi—tulang rusuk turun—volume rongga dada mengcil—tekanan udara rongga dada membesar—udara keluar dari paru-paru.