PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner, arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, atau penyakit jantung iskemik adalah
suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah kejantung.
Masalah
ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut
arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat
mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung ataustroke. Pengerasan pembuluh
darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian.
Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap
tahunnya.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung yang diakibatkan oleh
penyempitan pembuluh nadi koroner ini disebut penyakit jantung koroner.
Penyempitan dan penyumbatan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung
yang sering ditandai dengan rasa nyeri. Dalam kondisi lebih parah kemampuan
jantung memompanya darah dapat hilang. Hal ini akan merusak system golongan
irama jantung dan berakibat dengan kematian (Krisatuti dan Yenrina, 1999).
Salah satu penyakit jantung koroner adalah
kebiasaan makanmakanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah
masuk dalam peredarah darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh
enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan
metabolisme menjadi kolesterol pembentuk asam empedu yang berfungsi sebagai
pencerna lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah.
Penumpukan tersebut dapat menyebabkan (artherosklerosis) atau penebalan pada
pembuluh nadi koroner (arteri koronoria).
Kondisi ini menyebabkan kelenturan
pembuluh nadi menjadi berkurang, serangan jantung koroner akan lebih mudah
terjadi ketika pembuluh nadi mengalami penyumbatan ketika itu pula darah yang
membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti (Sulistiani, W, 2005).
Penyakit jantung coroner
(PJK) ternyata bukan ditimbulkan oleh satu penyebab saja.
Hasil penyelidikan medis mengungkapkan bahwa ada
serangkaian keadaan yang memungkinkan Anda terkena
PJK, dan inilah yang dinamakan factor risiko.
Faktor
risiko.
Faktor risiko
untuk penyakit jantung dapat dibagi dalam
dua bagian, yang kami sebut “dapat diubah” dan “yang
tak dapat diubah”. Kemungkinan terkena PJK
akan semakin besar jika faktor risikonya
lebih banyak.
Tidak semua faktor
risiko sama beratnya. Beberapa faktor, seperti
merokok, bisa memiliki efek yang lebih
besar untuk menimbulkan PJK. Jadi,
misalnya, seorang perokok dengan tingkat
kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi
mempunyai risiko lebih tinggi daripada
orang yang tidak mempunyai faktor – faktor
tersebut.
Jadi , tingkat kolestrol
yang tinggi pada seseorang tanpa
faktor risiko lain berarti bahwa risiko itu
akan meningkat hanya sedikit di atas
rata-rata. Hal ini mungkin tak perlu
terlalu dikhawatirkan, dokter Anda bisa
memberi nasehat yang diperlukan.
1. Usia dan Gender
Penyakit jantung,
sebagaimana penyakit lain, semakin meningkat
seiring pertambahan usia. Di Inggris, misalnya,
separuh dari jumlah serangan jantung
terjadi pada mereka yang berusia di
atas 65 tahun, dan jumlahnya bertambah
sesuai rata – rata pertambahan usia.
Hal yang mencolok
pada PJK adalah dibawah usia 55 tahun,
jumlah pria yang terkena PJK lebih banyak
daripada wanita. Penyebabnya, sebelum menopause
(berhenti haid pada wanita), sangat jarang wanita
yang terkena serangan jantung. Setelah menopause,
jumlah wanita yang terkena PJK meningkat, dan diatas 75
tahun , jumlah wanita dan pria yang terkena
penyakit ini kira – kira sebanding.
Penyebab yang tepat
wanita jarang terkena PJK sebelum menopause
belum diketahui secara pasti, namun tampaknya
berhubungan dengan hormon yang tidak
produksi lagi setelah haid berhenti. Terapi
pengganti hormon (TPH) yang banyak dilakukan
kaum wanita ternyata dapat mencegah
terjadinya serangan jantung. Karena itu, beberapa
dokter merekomendasikan TPH ini.
Faktor – Faktor yang menambah risiko terkena
PJK
|
|
Dapat
Diubah
|
Tidak
Dapat Diubah
|
a. Merokok
b. Kolesterol tinggi
c. Tekanan darah tinggi
d. Diabetes
e. Kegemukan
f. Stress
g. Kurang berolahraga
|
a. Faktor genetika,
misalnya tingkat kolesterol tinggi karena keturunan.
b. Masalah gender: lebih
banyak pria terkena PJK daripada wanita
c. Usia
|
2. Riwayat Keluarga
Dokter
biasanya akan menanyakan tentang
riwayat keluarga Anda jika ada anggota
keluarga dekat(orang tua, kakak, adik, atau anak) terkena
PJK. Jika ayah Anda kena serangan jantung
sebelum usia 60 tahun atau ibu terkena sebelum 65
tahun, Anda berisiko tinggi terkena PJK.
Namun, jika orang tua Anda hidup
sampai usia ketika serangan jantung
biasanya terjadi, hal ini tidak mengkhawtirkan. Hal
sama juga berlaku untuk kakak dan adik. Walaupun
dalam suatu keluarga besar, ternyata ada
salah seorang terkena serangan jantung,
mungkin hanya suatu kebetulan saja.
Bagaimana PJk bisa
menurun dalam keluarga ? Sebagian jawabnya
bergantung pada gen yang diwarisi dari
orang tua yang membuat kita mudah terkena
kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi atau
diabetes. Selain itu kesamaan gaya hidup
keluarga juga menentukan, misalnya makan makanan
yang sama dank jika orang tua merokok, anak
biasanya juga merokok.
Jika keluarga Anda
cenderung terkena penyakit jantung,
sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk
memastikan bahwa Anda tidak
mengidap kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi,
atau gangguan kesehatan lain yang harus
segera diobati untuk menghindari risiko tinggi.
3. Makanan dan
Kolesterol
Seperti dikatakan
sebelumnya, atheroma adalah penyebab utama
penyakit jantung koroner. Timbunan
lemak, khususnya akibat kolesterol yang
disebut plak, terbentuk pada dinding pembuluh
nadi. Inilah yang membuatnya makin sempit
sehingga menghambat aliran darah. Jika plak itu pecah ,
terbentuklah gumpalan darah pada daerah yang
terkena dan menghambat darah ke bagian otot jantung.
Inilah yang menyebabkan serangan jantung.
Proses ini umumnya terjadi (dan menimbulkan
kerusakan lebih parah) pada seseorang dengan
tingkat kolesterol tinggi dalam darahnya.
Faktor genetik juga
berpengaruh pada tingkat kolesterol Anda.
Beberapa keluarga mempunyai gen
dengan tingkat lemak tinggi dalam darah. Keadaan
ini disebut hyperlipidemia keluarga, atau
disingkat HK. Namun, makanan juga berperan
besar dalam menentukan tingkat kolesterol.
Semakin banyak lemak terutama lemak
hewan dan hasil susu yang anda makan, semakin
tinggi kolesterol Anda, dan semakin tinggi pula risiko
terkena PJK (lihat diagram dihalman sebelah ).
Karena itu, kurangilah konsumsi lemak
hewan dalam makanan Anda (lebih jauh , lht hlm. 84-86).
Studi
Framingham
Salah satu riset yang
mengaitkan tingginya kolesterol dengan PJK dilakukan
setelah Perang Dunia II di Framingham, sebuah
kota kecil dekat Boston, AS. Semua
penduduk diperiksa setiap tahun sekali
untuk melihat apakah mereka terkena PJK.
Ternyata ada kaitan yang erat dengan
kolesterol tinggi: semakin tinggi kolesterol
darah, semakin tinggi risiko terkena serangan jantung.
Studi Framingham ini juga memperlihatkan
kepentingan faktor-faktor risiko lain, seperti
merokok, tekanan darah tinggi , dan diabetes.
Berbagai faktor risiko itu telah
dapat dipastikan setelah pengamatan selama
hampir 40 tahun, sejak studi itu dimulai. Hingga
kini studi itu masih berlangsung.
4. Merokok
Merokok sigaret berkaitan
erat dengan risiko PJK. Zat-zat kimia
dalam asap sigaret terserap ke dalam aliran
darah dari paru-paru lalu beredar ke
seluruh tubuh , dan memengaruhi setiap sel tubuh.
Zat-zat kimia ini sering membuat pembuluh darah
menyempit dan membuat sel-sel darah yang di
sebut platelet menjadi lebih lengket,
sehingga mudah membentuk gumpalan.
Risiko para perokok pipa
dan cerutu tidak setinggi perokok sigaret,
namun masih berisiko terkena PJK disbanding
yang tidak merokok. Jumlah rokok yang diisap
juga berpengaruh ; risikonya meningkat sesuai
tingkat konsumsi, yaitu ringan (kurang dari 10 batang sehari)
sedang (10-20 batang sehari), dan perokok berat (lebih dari 20
batang sehari).
Alasan dokter sangat
menyarankan untuk berhenti merokok karena inilah
faktor risiko yang dapat anda control sendiri. Lagipula
, Anda akan mulai merasakan manfaatnya saat berhenti.
Meskipun risiko terkena PJK tidak serendah
orang bukan perokok, hasilnya akan mendekati
sekitar setahun kemudian.
5. Stres
Banyak orang yang pernah
mendapat serangan jantung menyatakan bahwa stress
adalah penyebabnya, namun secara ilmiah hal ini
sebnenarnya sulit dibuktikan. Ada beberapa faktor
pemicu lain, seperti olahraga secara tiba-tiba dan emosi
yang meluap – luap , dapat mengakibatkan serangan jantung
meskipun hal ini jarang terjadi. Percaya atau tidak,
selama masa Perang Dunia II yang banyak
menimbulkan stress pada warga sipil dan
militer, jumlah warfa sipil, yang terkena serangan
jantung malah menurun.
Jenis kepribadian
tertentu diduga berisiko lebih tinggi terhadap
serangan jantung. Teknologi modern memungkinkan
orang melakukan sesuatu dalam beberapa jam dibandingkan
masa primitive yang mungkin memerlukan waktu
berhari – hari. Stres karena ingin sesuatu diluar
kemampuan, ingin mencapai sesuatu yang tidak
realistis, digolongkan dalam kepribadian tipe A. Orang
yang gelisah (biasanya pria), yang sulit untuk
rileks, akan semakin terikat pada pekerjaan yang
mengandalkan hubungan pribadi, dan akhirnya
cenderung menghabiskan tenaga. Mereka ini
mempunyai risiko dua kali lipat terkena PJK dibanding
dengan orang yang berkepribadian tipe B yang
dapat menahan diri.
PENYAKIT
YANG TERKAIT DENGAN PJK
Dua jenis penyakit
umum diyakini dapat menimbulkan risiko paling tinggi
untuk PJK adalah tekanan darah tinggi (TDT) dan diabetes.
a. Tekanan darah
tinggi
Istilah tekanan darah
berarti tekanan dalam pembuluh nadi dari
jantung yang mengalirkan darah keseluruh bagian tubuh.
Tekanan darah tinggi menyebabkan tekanan pada
jantung dan sirkulasi, dan hal ini dapat menimbulkan stroke.
Namun, seringkali tekanan darah tinggi menimbulkan
serangan jantung pada orang yang tingkat
kolesterolnya tinggi disbanding stroke.
Pengobatan tekanan darah tinggi bisa mengurangi
risiko serangan jantung dan stroke.
Tekanan darah biasanya
diukur dibagian atas lengan. Pada setiap detak jantung,
tekanan sistolik pada alat pengukur akan naik , lalu
jatuh ketitik rendah di antara detak jantung (tekanan
diastolik). Tekanan ini diukur dalam millimeter pada
air raksa (mmHg). Tekanan darah normal orang sehat saat
istrahat adalah 120/70. Tekanan 140/90 adalah ambang batas,
sedangkan tekanan 150/100 saat istrahat jelas tinggi.
Tekanan darah tinggi
(hipertensi ) ditemukan pada hampir semua bangsa
didunia, khususnya bangsa Afro-Karibia dan
warga Amerika berkulit hitam. Di Inggris, hampir
25 persen penduduk berusia diatas 50 tahun mengidap
tekanan darah tinggi.
Penyebab tekanan darah
tinggi pada kebanyakan orang tidak ketahui.
Penyakit ini terdapat pada kebanyakan anggota
keluarga dan penderita penyakit ginjal. Celakanya, tekanan
darah tinggi sering tidak menunjukan gejala. Karena
itulah, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan rutin agar
segera mengetahui terkena bila tekanan darah tinggi.
Tekanan tinggi didalam
pembuluh nadi akan merusak dindingya dan
merangsang timbulnya atheroma. Jantung juga harus
bekerja lebih keras untuk memompa darah
yang bertekanan tinggi tanpa suplei oksigen
yang mencukupi. Hal ini meningkatkan kemungkinan
orang terkena angina atau serangan jantung.
Tekanan darah tinggi juga meningkatkan risiko
terjadinya stroke akibat kerusakan yang
ditimbulkannya pada pembuluh darah di otak.
b. Diabetes
Ini adalah suatu kondisi
umum yang menimpa sekitar tiga dari seratus
orang di Inggris. Penyebanya adalah kekurangan
atau resistensi terhadap hormone insulin yang
mengontrol penyebaran glukosa ke sel – sel di seluruh
tubuh melalui aliran darah.
Diabetes bisa menimpa
setiap kelompok usia, termasuk anak –anak. Semakin muda
usia penderita , semakin besar kemungkinannya ia butuh
suntikan insulin untuk mengontrolnya. Banyak juga
yang baru mendapatkannya pada usia pertengehan
atau usia lanjut, dan jika hal ini terjadi, ada
beberapa gejala yang dapat dikontrol dengan
diet atau tablet. Tujuan pengobatannya adalah
mengontrol tingkat glukosa dalam darah hingga
mendekati tingkat yang normal. Namun demikian ,
meskipun diobati, diabetes dapat meningkatkan
risiko gangguan dalam peredaran darah, termasuk PJK. Bagi
wanita, hal ini sangat penting karena
penyakit ini dapat melawan daya perlindungan
dari hormon – hormon wanita, dan hampir
sama banyaknya wanita dengan pria penderita
diabetes mengalami PJK.
Kontrol yang baik
terhadap diabetes dengan diet, tablet, atau
insulin dapat mengurangi timbulnya masalah
pada aliran darah dan jantung. Sebaliknya , jika tidak
terkontrol, diabetes bisa meningkatkan kadar
lemak dalam darah, termasuk kolestrol tinggi, dan
seseorang penderita diabetes mungkin perlu
minum obat tambahan untuk mengontrolnya.
D. Gejala Penyakit Jantung Koroner
Meski kebanyakan penderita PJK mempunyai
masalah pokok yang sama, yaitu penyempitan arteri koronia, namun gejala yang
timbul tidak sama. Beberapa menderita angina, ada pula yang terkana serangan
jantung. Sebagian kecil mengalami kegagalan jantung tanpa ada gejala apapun
sebelumnya. Semua akibat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
1. Nyeri Dada
Tidak semua nyeri dada disebabkan oleh
nyeri dada . banyak orang mengira mudah untuk mengenali nyeri dada akibat nyeri
jantung daripada penyakit lainnya, tetapi sesungguhnya hal ini sulit, bahkan
bagi dokter berpengalaman sekalipun.
a. Angina
Angina pectoris adalah bahasa latin untuk rasa nyeri
di dada, stelah melakukan kegiatan fisik, dan hilang ketika anda beristirahat.
Pda PJK, nyeri itu timbul dari urat otot di jantung karena tidak mendapat
oksigen cukup untuk melaksanakan tugasnya. Angina biasanya berlangsung selama
2-3 menit tidak ebih dari 10 menit. Ini terjadi bila anda berjalan
mendaki, melawan angin kuat, atau bila anda naik tangga. Namun, ini bias juga
terjadi setelah melakukan aktifitas ringan, seperti berpakaian. Biasanya keadaan
lebih parah bila cuaca dingin dan bila kegiatan itu dilakukan setelah
makan, misalnya berjalan-jalan setelah makan.
b. Angina tak pasti
Sebenarnya angina dapat diduga sebelumnya, namun bila
arteri koronia terus menyempit atau timbul bekuan darah pada permukaannya,
angina dapat berkembang menjadi angina tak pasti. Anda baru menyadari saat anda
hanya mampu berjalan dalam jarak pendek, atau anda merasa nyeri saat anda
melakukan pekerjaan ringan diseputar rumah, atau saat naik tangga. Mungkin juga
anda terbangun dari tidur oleh serangan angina. Perubahan rasa nyeri perlu
dilaporkan kepada dokter agar dapat melakukan tindakan pencegahan karena bias
berkembang menjadi serangan jantung.
c. Serangan jantung
rasa nyerinya sama dengan angina, namun tak hilang
bila anda beristirahat, malah tambah parah. Mereka yang pernah mengalaminya
mengatakn bahwa inilah rasa sakit paling buruk yang pernah mereka rasakan.
Orang yang terkena serangan jantung Nampak pucat, berkeringat, dan tubuhnya
terasa dingin. Mereka sering merasa sakit dan mungkin muntah. Sebagian malah
tidak pernah mengalami gejala penyakit jantung sbelumnya karena terjadi secara
tiba-tiba. Namun, banyak penderita merasakan nyeri yang sebentar-sebentar
selama beberapa minggu atau beberapa bulan akibat penyempitan pembuluh darah.
Perbedaan antara angina da serangan
jantung adalah, jika angina timbul akibat otot jantung kekurangan oksigen namun
tidak menimbulkan kerusakan, pada serangan jantung sebagian otot jantung
menjadi mati akibat kekurangan oksigen.
Pada kira-kira 20 persen penderita, gejala
serangan jantung cukup ringan dan dianggap sebagai gangguan pencernaan.
Hal ini sering terjadi pada orang tua dan para penderita diabetes, mungkin
karena saraf sakit ke jantung tidak begitu peka lagi pada kedua golongan ini.
Penyebab Lain Nyeri Dada
Kita semua pernah merasakan nyeri dada,
seperti rasa nyeri dibagian tubuh lain. Kemungkinan penyebabnya adalah :
a. Rasa panas dalam perut
Kerongkongan (osefagus) yaitu saluran dari
mulut ke perut, letaknya persis dibelakang jantung dan punya saluran saraf yang
sama. Jadi, sakit dikerongkongan mungkin terasa seperti sakit dibagian jantung.
Rasa panas diperut ini bias terjadi setiap saat dan biasanya disebabkan oleh
makanan, dimulai sekitar setengah jam setaah makan, atau jika perut kosong.
Panas diperut ini juga bias timbul malam hari saat berbaring mendatar karena
cairan asam dari perut mengalir kembali ke kerongkongan dan menimbulkan
iritasi. Makan lebih baanyak makanan atau minum susu atau antacid bias mengurangi
gejalanya, sedangkan minum panas serta alcohol bias memperburuk keadaan.
Rasa sakit di perut ini bukan disebabkan
oleh latihan fisik. Bila anda merasa nyeri dada saat berjalan. Bahkan jika anda
sampai bersendawa tampaknya gejala ini kemungkinan besar berasal dari jantung
daripada dari perut . periksakan ke dokter.
2. Pleuritis
Infeksi di dada seperti pneumonia (radang
paru-paru) biasa menimbulkan nyeri hebat di dada, yang dinamakan pleuritis
(radang selaput dada). Rasa nyeri yang tajam disatu sisi dada akan semakin
parah bila anda batuk atau bernmafas dalam-dalam. Ini berbeda dari rasa sakit
yang kurang tajam dan terus menerus dari jantung yang menyebar tepat kedada.
3. Sakit Otot
Sepanjang punggung dan diantara tulaang
rusuk terdapat otot-otot yang berperan penting dalam pernapasan. Seperti otot
lainnya, otot-otot ini bias terserang rematik. Sakitnya biasanya terbatas di
daerah dada tertentu, baik dibagian depan atau belakang. Rasa sakit semakin
terasa saat duduk, atau berbaring dalam posisi tertentu jika membalik. Sakit
akibat rematik ini bias berlangusung beberapa jam sampai beberapa hari dan
mungkin hilang sbelum akan kambuh beberapa minggu
kemudian.
4. Debaran Jantung
Palpitasi, debaran jantung keras dan cepat
yang teratur ataupun yang tidak teratur bisa terjadi pada orang sehat.
Penyebabnya adalah, stress, merokok, atau terlalu banyak minum kopi atau teh.
Ada juga orang yang mempunyai “sirkuit pendek” elektris pada jantungnya
sehingga membuat jantung berdebar sangat cepat, namun ini jarang terjadi.
Orang deengan PJK juga bisa mendapat
masalah dengan debaran jantung, namun biasanya ini terjadi setelah ada
seraangan jantung. Dokter akan memberikan obat untuk mencoba mengontrolnya.
Jila palpirasi menyebabkan anda pingsan, sesak napas atau nyeri dada,
konsultasikan segera ke dokter.
5. Sesak Napas
Banyak penyebab sesak napas, dan yang
paling umum diantaranya adalah brinkitis kronis, emfisema (melebarnya gelembung
paru) dan asma. Gagal jantung juga menyebabkan sesak napas dan bisa menyerang
orang pernah terkena serangan jantung. Jika jantung tidak memompa dengan baik,
cairan akan tertimbun dalam jaringan tubuh dan paru-paru, sehingga
mengakibatkan sesak nafas. Anda akan sulit jika berbaring ditempat tidur atau
terbangun waktu malam karena sesak napas. Anda juga bisa terserang batuk
dengan dahak mengandung sedkit busa atau darah.
Jika cairan tertimbun di bagian tubuh, pergelangan
kaki membengkak atau perut terasa sakit karena hati dan usus membengkak. Jika
telah jelas bahwa jantung anda tidak beres, napas yang semakin sesak, atau
abtuk yang tak kunjung hilang sangat berbahaya. Kini telah ada obat-obatan
ampuh untuk mengatasi gagal jantung, dan semakin cepat anda di obati akan
semakin baik
Semakin
banyak faktor risiko yang kita miliki, berarti semakin besar pula kemungkinan
kita menderita penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai
satu atau lebih dari faktor risiko di atas, segeralah lakukan tindakan menyelamatkan jantung Anda.
Berikut
hal-hal untuk mencegah penyakit jantung koroner:
1. Stop Merokok
2. Kontrol Tekanan Darah
3. Kontrol Kadar Kolesterol Darah
4. Aktifitas Fisik
5. Kontrol Berat Badan
6. Pola Makan yang baik
7. Menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan aktif berolahraga
1. Stop Merokok
2. Kontrol Tekanan Darah
3. Kontrol Kadar Kolesterol Darah
4. Aktifitas Fisik
5. Kontrol Berat Badan
6. Pola Makan yang baik
7. Menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan aktif berolahraga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar